8 TIA MEDIA – Pasar kripto kembali mengalami tekanan besar dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) merosot hingga ke level $79.543 per koin atau sekitar Rp 1,29 miliar (kurs Rp 16.340), mencatatkan penurunan 1,34% dalam sehari. Koreksi ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran yang juga menyeret aset kripto utama lainnya.
Berdasarkan data CoinMarketCap per Selasa (11/3/2025) pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 2,28% menjadi $2,59 triliun dalam 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) ikut terkoreksi 6,36% menjadi $1.889 per koin, sementara Binance Coin (BNB) melemah 3,69% ke $534 per koin.
Tekanan di pasar semakin kuat setelah Bitcoin sempat menyentuh level $84 ribu pada Senin malam (10/3/2025). Kenaikan ini dipicu oleh kabar penggalangan dana $21 miliar oleh Strategy. Namun, aksi ambil untung dan meningkatnya kekhawatiran makroekonomi membuat harga BTC anjlok kembali dalam waktu singkat.
Altcoin Berdarah, Indeks Pasar Anjlok
Tekanan tak hanya terjadi pada Bitcoin. Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan pasar kripto secara keseluruhan, jatuh 5%. Sejumlah altcoin utama bahkan mengalami koreksi lebih dalam:
- Solana (SOL): Turun 7,8%
- Cardano (ADA): Turun 8,2%
- Aptos (APT): Turun 9,4%
- Avalanche (AVAX): Turun 10%
- NEAR Protocol (NEAR): Turun 7,5%
Altcoin yang sebelumnya mencetak reli kini harus menghadapi aksi jual besar-besaran, terutama setelah pasar kehilangan sentimen positif dalam jangka pendek.
Wall Street Merah, Kripto Ikut Terpukul
Salah satu pemicu utama kejatuhan kripto adalah pelemahan pasar saham AS. Indeks Nasdaq turun lebih dari 3%, sementara S&P 500 melemah 2% di awal sesi perdagangan.
Saham perusahaan yang terkait dengan industri kripto juga terkena dampaknya:
- MicroStrategy (MSTR), pemegang Bitcoin korporasi terbesar, turun lebih dari 10%
- Coinbase (COIN), platform perdagangan aset kripto, juga melemah lebih dari 10%
Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump gagal menenangkan pasar terkait kekhawatiran resesi dan ancaman perang tarif. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengakui bahwa ekonomi AS sedang dalam fase “transisi”, yang bisa berujung pada resesi dalam waktu dekat.
Ke Mana Arah Bitcoin Selanjutnya?
Menurut laporan hedge fund QCP Capital, Bitcoin kemungkinan besar akan tetap berkorelasi tinggi dengan pasar saham dalam waktu dekat.
“Pasar sedang mencari narasi baru untuk menopang harga. Namun, selama risiko tarif dan perlambatan ekonomi masih membayangi, volatilitas akan tetap tinggi,” ujar analis QCP.
Investor kini menanti data ekonomi utama AS yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Jika angka-angka tersebut menunjukkan pelemahan ekonomi yang lebih dalam, Bitcoin dan aset kripto lainnya bisa semakin tertekan.
Kesimpulan: Bitcoin Anjlok ke $79 Ribu, Pasar Kripto Berdarah!
Tekanan makroekonomi dan aksi jual besar-besaran telah mengguncang pasar kripto, dengan Bitcoin anjlok ke $79 ribu dan altcoin ikut berdarah-darah. Sentimen negatif dari Wall Street semakin memperburuk kondisi, meninggalkan investor dalam ketidakpastian.
Akankah Bitcoin mampu bangkit dalam waktu dekat? Semua bergantung pada bagaimana pasar menghadapi tekanan ekonomi global dalam beberapa minggu ke depan.