Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat melayangkan protes keras terhadap rencana makan malam eksklusif yang diadakan oleh Presiden Donald Trump bagi pemegang terbesar token $TRUMP. Acara ini mengundang perhatian luas karena hanya diperuntukkan bagi 220 investor terbesar token tersebut, yang harganya melonjak setelah pengumuman jamuan makan di Trump National Golf Club, Virginia.
Kritik utama datang dari kekhawatiran bahwa aset digital seperti memecoin bisa digunakan sebagai celah untuk membeli akses politik. Tanpa regulasi yang jelas, pihak asing dapat membeli token dalam jumlah besar secara anonim dan berpotensi memperoleh pengaruh langsung terhadap presiden melalui acara semacam ini. Situasi ini menciptakan kekhawatiran serius terkait potensi pelanggaran hukum, khususnya terkait pendanaan asing dan etika pemerintahan.
Senator Richard Blumenthal menyebut praktik ini sebagai bentuk korupsi gaya baru. Ia mempertanyakan legalitas presiden menerima keuntungan dari investor asing yang membeli token demi mendapatkan akses ke dirinya. Blumenthal bahkan menyatakan kesiapannya untuk menggugat jika ada pelanggaran terhadap Konstitusi AS, terutama klausul hadiah asing.
Menanggapi hal ini, anggota DPR Maxine Waters mengajukan RUU “Stop TRUMP in Crypto Act”, yang bertujuan membatasi pejabat publik dalam memiliki atau mengelola aset digital, serta mencegah insider trading terkait informasi negara yang sensitif. Waters menegaskan bahwa tindakan Trump adalah bentuk pemanfaatan jabatan untuk kepentingan pribadi yang harus diatasi dengan hukum yang jelas.
Di sisi lain, perpecahan juga terjadi dalam Partai Demokrat. Sementara faksi progresif mendorong regulasi ketat terhadap kripto, faksi lainnya justru mendukung pengembangan teknologi blockchain dan bekerja sama lintas partai dalam menyusun regulasi stablecoin. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan kripto telah menjadi perdebatan panas di internal partai sendiri.
Kekhawatiran semakin memuncak setelah muncul laporan bahwa beberapa investor besar token $TRUMP diduga berasal dari luar negeri. Nama Justin Sun, pendiri Tron, menjadi sorotan karena memiliki kepemilikan token terbesar dan diketahui dekat dengan pemerintahan Trump. Beberapa pihak mencurigai bahwa penghentian penyelidikan terhadap Tron oleh regulator AS bisa jadi berkaitan dengan kedekatan ini.
Senator Elizabeth Warren dan Jeff Merkley pun angkat bicara dalam konferensi pers bersama kelompok advokasi konsumen. Mereka mendesak agar daftar tamu acara dipublikasikan dan wartawan diizinkan meliput langsung untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan yang disembunyikan.
Demonstrasi juga digelar oleh masyarakat sipil di sekitar lokasi acara, dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan aset digital dalam urusan kenegaraan. Mereka menilai bahwa acara seperti ini bisa menjadi preseden buruk bagi pemerintahan masa depan jika dibiarkan tanpa pengawasan.
Kontroversi ini menjadi cerminan bagaimana aset kripto, khususnya memecoin, mulai digunakan untuk membangun kekuatan politik secara tidak langsung. Jika tidak segera ditangani secara hukum dan etis, dunia kripto bisa menjadi alat politik baru yang berbahaya dan tidak transparan.
Ingin terus mengikuti perkembangan terbaru dunia kripto dan politik? Kunjungi 8 TIA MEDIA dan bergabunglah dengan komunitas kami hari ini!