8 TIA MEDIA – OpenAI resmi menandatangani kontrak lima tahun senilai $11,9 miliar dengan CoreWeave untuk penyediaan infrastruktur AI guna melatih model kecerdasan buatannya. Kesepakatan ini mencakup penerimaan saham CoreWeave senilai $350 juta oleh OpenAI, yang terhubung dengan rencana IPO perusahaan cloud computing tersebut.
Menurut laporan Reuters, CoreWeave tidak akan menerima keuntungan langsung dari penerbitan saham kepada OpenAI. Kesepakatan ini menegaskan pentingnya daya komputasi yang andal bagi CEO OpenAI, Sam Altman, dalam mengembangkan model AI secara besar-besaran. Altman menyatakan bahwa kontrak ini akan menjadi pelengkap bagi kerja sama OpenAI dengan Microsoft dan Oracle.
Langkah strategis ini terjadi di tengah persaingan ketat dalam industri AI dan infrastruktur komputasi. OpenAI, yang sebelumnya mengandalkan Microsoft sebagai mitra utama, kini semakin mendiversifikasi sumber daya komputasinya. Sementara itu, bagi CoreWeave, kontrak ini menjadi pendorong besar menjelang debutnya di Nasdaq dengan valuasi IPO yang diperkirakan mencapai $35 miliar dan target pendanaan sebesar $4 miliar.
CoreWeave sendiri telah berkembang pesat sejak peralihan bisnisnya dari penambangan kripto Ethereum ke layanan infrastruktur AI pada 2019. Perusahaan ini telah mengumpulkan lebih dari 250.000 GPU AI dari Nvidia, menjadikannya salah satu pelanggan terbesar produsen chip tersebut.
Meskipun mencatat lonjakan pendapatan sebesar 737% menjadi $1,92 miliar pada tahun fiskal 2024, CoreWeave masih mengalami kerugian bersih sebesar $863,4 juta. Kontrak dengan OpenAI datang hanya beberapa hari setelah CoreWeave mengumumkan rencana akuisisi platform pengembang AI, Weights & Biases, senilai $1,7 miliar dalam upaya memperkuat dominasinya di sektor infrastruktur AI.
IPO CoreWeave yang akan datang dipimpin oleh bank investasi ternama seperti Morgan Stanley, JPMorgan Chase, dan Goldman Sachs. Sahamnya akan diperdagangkan di Nasdaq dengan simbol CRWV.
Kesepakatan ini menjadi tonggak baru bagi industri AI, mempertegas peran CoreWeave sebagai pemain utama dalam penyediaan infrastruktur AI, sekaligus mengukuhkan posisi OpenAI dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.