Kyiv, Ukraina – Pemerintah Ukraina melalui Komisi Nasional Sekuritas dan Pasar Saham (NSSMC) mengusulkan skema perpajakan baru yang menjadikan transaksi kripto sebagai objek pajak penghasilan pribadi. Dalam skema ini, transaksi kripto tertentu akan dikenakan pajak standar 18%, ditambah 5% levy tambahan untuk mendukung biaya perang yang telah berlaku sejak Desember lalu.
Ketua NSSMC, Ruslan Magomedov, menegaskan bahwa kebijakan pajak yang jelas dan adil merupakan langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan keuangan serta memfasilitasi penggunaan aset digital secara legal dan bertanggung jawab.
“Aturan pajak yang transparan adalah kunci dalam menarik investasi dan mengintegrasikan pasar aset virtual Ukraina dengan pasar keuangan global,” ujarnya.
Rincian Skema Pajak Kripto Ukraina
Berikut adalah beberapa poin penting dari skema perpajakan yang diajukan:
Transaksi Kripto ke Fiat atau Barang/Jasa:
Akan dikenakan pajak penghasilan pribadi 18% + levy perang 5% apabila tidak ada kerugian dari transaksi tersebut.Transaksi Kripto ke Kripto:
Tidak akan dikenai pajak, mengikuti pendekatan yang digunakan di negara seperti Austria, Prancis, dan Singapura.Stablecoin Asing dan Token Referensi Aset (ART):
Dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan tarif pajak yang lebih rendah antara 5% hingga 9%, karena dikecualikan dari pajak berdasarkan kode pajak Ukraina.Kegiatan Mining:
Diusulkan sebagai aktivitas bisnis, dan dapat dikenakan pajak sesuai kategori tersebut.Staking:
Dapat diklasifikasikan sebagai “penghasilan bisnis pasif” atau hanya dikenai pajak saat ditarik ke fiat.Hard Fork dan Airdrop:
Masih diperdebatkan apakah dikenakan pajak sebagai pendapatan langsung atau saat ditarik (cash-out).
Ukraina Ingin Jadi Pemain Global di Dunia Kripto
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk memperkuat posisi di pasar kripto global. Sejak resmi melegalkan sektor kripto pada 2022 di bawah Presiden Volodymyr Zelensky, Ukraina terus menyusun kerangka regulasi yang mendukung perkembangan industri aset digital.
Bank Nasional Ukraina juga tengah mengembangkan rancangan undang-undang yang akan diselaraskan dengan regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA) milik Uni Eropa.
Sementara itu, laporan terbaru dari Global Ledger, sebuah firma analisis blockchain asal Swiss, memperkirakan bahwa Ukraina berpotensi meraup lebih dari $200 juta USD per tahun dari pajak transaksi kripto, jika skema ini diterapkan secara efektif.
Kesimpulan
Dengan skema perpajakan baru ini, Ukraina menunjukkan keseriusannya dalam mengatur industri kripto secara komprehensif. Meskipun membawa peluang besar bagi kas negara, investor kripto lokal dan global perlu mempersiapkan strategi baru untuk menghadapi regulasi yang semakin ketat.
Bagaimana pendapatmu tentang rencana pajak kripto di Ukraina? Apakah model ini bisa ditiru negara lain, termasuk Indonesia?