8 TIA MEDIA – Platform media sosial X mengalami gangguan besar akibat serangan siber yang diklaim sebagai Distributed Denial-of-Service (DDoS) pada Senin (10/3/2025). Serangan ini dikaitkan dengan kelompok peretas terkenal, Dark Storm, yang diduga memiliki agenda politik dan sosial.
Serangan DDoS Melumpuhkan X
Elon Musk, pemilik X, mengonfirmasi adanya serangan ini melalui akun resminya. “Ada (dan masih berlangsung) serangan siber besar terhadap X. Kami menghadapi serangan setiap hari, tetapi kali ini dengan sumber daya yang sangat besar. Bisa jadi dilakukan oleh kelompok terorganisir atau bahkan negara,” ujar Musk.
Dalam wawancaranya dengan Fox Business, Musk menyatakan bahwa serangan ini berasal dari alamat IP yang terdeteksi di wilayah Ukraina. Namun, ia juga menegaskan bahwa pelaku mungkin saja menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk menyembunyikan lokasi sebenarnya.
Serangan DDoS merupakan metode peretasan dengan membanjiri target, seperti situs web atau server, menggunakan lalu lintas internet dalam jumlah besar hingga membuatnya tidak dapat diakses oleh pengguna sah.
Motif dan Dampak Serangan
Menurut Vlad Cristescu, Kepala Keamanan Siber di ZeroBounce, motif di balik serangan siber terus berkembang. “Serangan seperti ini tidak hanya digunakan untuk pemerasan, tetapi juga sebagai alat politik dan persaingan bisnis. Tidak ada industri yang benar-benar aman dari serangan DDoS,” katanya.
Laporan dari perusahaan infrastruktur internet Zayo menyebutkan bahwa serangan DDoS meningkat 81,7% sejak 2023. X bukanlah satu-satunya korban, tetapi menjadi target utama karena posisinya sebagai platform media sosial yang sering digunakan untuk diskusi global.
Dark Storm Diduga di Balik Serangan Ini
Kelompok hacker Dark Storm dikaitkan dengan serangan ini setelah pesan di kanal Telegram mereka menyebutkan X sebagai target terbaru. “Bagaimana kabarmu, Elon Musk? Kami harap kamu menikmati kunjungan kami,” tulis kelompok tersebut.
Dark Storm dikenal menawarkan layanan siber berbayar, termasuk DDoS-as-a-Service dan peretasan database. Kelompok ini sebelumnya juga dikaitkan dengan berbagai serangan terhadap infrastruktur digital di beberapa negara.
Gangguan Massal Terhadap Pengguna
Menurut data dari Downdetector, gangguan pada X dimulai sekitar pukul 06.00 EST dan memuncak pada pukul 10.00 EST dengan lebih dari 39.000 laporan gangguan. Sebanyak 57% pengguna yang terkena dampak menggunakan aplikasi X di perangkat seluler, sementara 32% lainnya mengalami gangguan saat mengakses X.com melalui peramban web.
Seorang analis keamanan dunia maya, SypoSecure, menilai serangan ini sebagai salah satu yang terbesar dari Dark Storm. “X seharusnya memiliki sistem keamanan lebih baik untuk mencegah serangan seperti ini terjadi,” ujarnya.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan keamanan siber bagi platform digital, terutama di era di mana serangan siber semakin terorganisir dan memiliki dampak besar terhadap infrastruktur global.